Sebuah Puisi, Pagi Semu


puisi pagi semu
Pagi Semu
(Karya: M. Armand Zurhaar)

Senandung pagi sangatlah berarti
Menjemput mentari di ufuk timur
Sejak dahulu tidurku merindu, menanti
Berharap kan terjaga sepanjang umur

Memang tak akan semudah mentari
Balikkan telapak tangan di setiap hari
Sungguh tiada guna slalu merana
Kerenanya bagaikan sang nirwana

Dulu seberkas malam tlah terindra
Ternyata nurani ke alam fatamorgana
Menenggelamkan bulan manis nyatanya
Kadang akal sehat tak cukup membendungnya

Awan pun memanggil boneka
Nalar berufuk menggembala bumi
Teredar dan terpasung dalam buai belaka
Sesakkan langit nan terus bersemi

Ku menyalah artikan mimpi
Dan kini hidup menuju landasan bomerang
Pagi mungkin datang tanpa ironi, tetapi
Gapai mentari tanpa naluri petang


catatan :
Puisi ini ku tulis saat kelas VIII SMP
Ku tulis sebagai tugas mengarang puisi
Terinspirasi dari pengalaman hidupku masa itu

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »