Festival Pesona Palu Nomoni 2016

Palu Nomoni 2016 Festival
Festival Pesona Palu Nomoni 2016

     Dalam waktu dekat ini Festival Pesona Palu Nomoni akan di adakan di Kota Palu Sulawesi Tengah. Kata nomoni bersal dari bahasa Kaili yang berarti berbunyi atau bergema. Festival ini bertujuan untuk membunyikan Kota Palu hingga ke seluruh dunia. Bunyi tersebut sebagai lambang dari semangat untuk menggaungkan ragam kebudayaan etnis Kaili di lembah Palu kepada dunia.

     Tentunya Festival Palu Nomoni merupakan suksesor baru dari Festival Teluk Palu terdahulu yang selalu diadakan dalam menyambut ulang tahun Kota Palu. Dengan alat musik gimba (gendang) dan lalove (seruling adat) sebagai alat musik yang digunakan untuk membunyikan Kota Palu. Dalam poster promosi Festival Palu Nomoni juga ada foto bapak Walikota Palu, Drs Hidayat MSi yang sedang meniupkan lalove. Tak ketinggalan pula bapak Wakil Walikota Palu, Sigit Purnomo Syamsuddin Said (Pasha Ungu) sedang memukul gimba. Konsep baru ini jika Kakarmand lihat sangat erat kaitannya dengan keberadaan bapak Drs. Hidayat, M.Si yang juga serius menjadi seorang penggiat kebudayaan. Dan juga dengan peran penting bapak Sigit Purnomo sebagai Waki Wali Kota Palu yang juga merupakan seorang musisi dari band besar nasional.

     Selain karena kedua sosok pemimpin di atas, konsep dan kesuksesan festival nanti juga tak terlepas dari niat baik yang ditunjukkan oleh dinas-dinas terkait seperti Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Palu. Kemudian yang tak kalah krusial adalah peran serta masyarakat dan penggiat budaya dalam pelaksanaan festival yang akan dilaksanakan tanggal 24, 25, dan 26 September 2016 ini.

Kegiatan-Kegiatan pada Festival Pesona Palu Nomoni 2016

Palu Nomoni
Festival Pesona Palu Nomoni 2016

     Konsep baru dan sangat kreatif ini luar biasa menakjubkan. Kegiatannya pun akan dilaksanakan di sepanjang pesisir teluk Palu yang panjangnya sekitar 7.2 Km. Kegiatan utamanya terbagi menjadi empat ring area kegiatan. dalam ring pertama akan dilakukan kegiatan 520 pertunjukan sulo (obor), 520 peniupan lalove (seruling adat), dan 1040 pertunjukan penabuh gimba (gendang).

     Cahaya sulo pada kegiatan ini sebagai simbol semangat yang tak kunjung padam. Api dari sulo tersebut akan menerangi atraksi peniupan lalove dan penabuhan gimba dalam pertunjukan kolosal di atas instalasi bambu. Instalasi sulo tersebut akan didesain dengan sesakral mungkin. Pertunjukan pada ring 1 ini akan berlangsung saat opening ceremony selama 38 menit, sesuai usia Kota Palu yang ke 38 tahun.

     Tabuhan gimba oleh 1040 penabuh akan membuat gema bunyi yang bergaung dari membran raksasa lembah Palu yang dikelilingi bukit dan pegunungan. Deburan ombak teluk Palu pun menjadi suara alami pengantar resonansinya sehingga suara yang dihasilkan menjadi lebih sakral. Suara tiupan dari lalove menjadi sound of magic dalam perhelatan ini. Hal ini diramalkan akan menyedot perhatian dunia, sebab peniup lalove sebanyak 520 orang akan memainkan kobi lalove pomparata dan posalonde yang biasa dimainkan untuk mengundang kehadiran leluhur dalam ritual. Rangkaian atraksi ini akan mencatat sejarah penabuh gendang terbanyak dan terpanjang, juga peniupan seruling adat terbanyak di Kota Palu.
Teluk Palu
Ring 2 Festival Palu Nomoni di Teluk Palu

     Dalam ring 2 akan diadakan Panggung Ritual Budaya Adat Kaili. Ritual adat dan budaya kaili tersebut antara lain balia baliore (pompaura), balia tampilangi ulujadi, ritual manuru viata, ritual topoledo, balia bone (tampilangi api), balia enje da'a, ritual pompaura vunja, balia jinja, ritual vunja ntana, dan ritual pora'a binangga. Inilah ragam budaya etnis Kaili yang ingin digaungkan di lembah Palu kepada dunia.

     Dalam ring 3 akan diadakan Panggung Budaya Nusantara. Panggung budaya Sulawesi Tengah, panggung budaya Sulawesi Selatan, panggung budaya Sulawesi Utara dan Gorontalo, panggung budaya Jawa dan Sunda, panggung budaya Bali, panggung budaya Tionghoa, dan juga panggung Religi. Kemudian ring 4 akan di isi dengan transportasi dokar di sepanjang pesisir teluk Palu. Kesemuanya menjadi kesatuan konsep rangkaian dalam penyelenggaraan Festival Pesona Palu Nomoni 2016.

     Untuk menyambut Festival Pesona Palu Nomoni tersebut, juga akan diadakan kegiatan-kegiatan pendukung untuk meingkatkan daya tarik pariwisata di Kota Palu. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain Palu Nomoni Marathon Internasional, Lomba Perahu Layar Tradisional, Lomba renang lintas teluk palu, dan kampung kuliner kaili.


Sapta Pesona untuk kesuksesan Festival Palu Nomoni

     Karena adanya konsep sadar wisata dan sapta pesona untuk pariwisata (baca juga : Pengertian Sapta Pesona dan bentuk aksinya untuk Pariwisata), maka kita semua sebagai masyarakat juga patut mengindahkan konsep sapta pesona tersebut. Berharap masyarakat dari kota Palu ikut berpartisipasi dalam mendorong terjaganya selalu lingkungan dan suasana yang kondusif demi mensukseskan pelaksanaan acara ini. Dan juga berharap pembaca-pembaca blog dari luar daerah semakin banyak yang tau dan mengerti tentang festival menakjubkan yang akan diselenggarakan di Kota Palu ini. 

Jagalah suasana yang kondusif di Kota Kita.
Sekian dan terimakasih. Ayo Datang Ke Palu! Kamaimo manjayo ri Palu!

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »