Sebuah Puisi: Lima Ratus Sepuluh Kilometer

Langit Biru BDI Makassar Bantaeng Palu
Langit Biru Berwarna di Asrama Kita

     Tak terasa telah sekian lama Kakarmand tak pernah lagi menulis Puisi. Menulis Puisi merupakan salah satu kegiatan favorit saya ketika masih duduk di bangku SMP. Pada kesempatan kali ini Kakarmand ingin lagi menuliskan sebuah Puisi. Puisi ini adalah titik awal lagi Kakarmand untuk kembali menuliskan puisi-puisi berikutnya. 
     Ada sesosok bidadari yang spontan menginspirasi saya tuk menuliskan puisi ini. Bidadari ini tidak berada di Provinsi Sulawesi Tengah. Bila ditarik garis lurus kami terpisahkan oleh jarak sejauh 510 kilometer. Kakarmand tak pernah mengira akan merasakan pengalaman seperti ini dalam hidup. Maka izinkanlah Kakarmand menuangkan rasa yang tulus ini ke dalam puisi yang berjudul "Lima Ratus Sepuluh Kilometer".


Lima Ratus Sepuluh Kilometer

Karya : M. Armand Zurhaar (Kakarmand)


Pertemuan yang indah di langit biru berwarna
Mempertemukan ku dan dirimu sang bidadari nirwana
Angin utara di padang ilalang
Berhembus kencang dan membawa aku pulang

Hujan mulai turun di tempatku tersimpuh
Semilir anginnya menghembuskan nafas-nafas rindu
Rindu akan tawa ceriamu dahulu
yang mampu menentramkan seisi kalbu

Lima ratus sepuluh kilometer kita terpisah
Mungkinkah batinmu juga menyadari itu?
Ku bersyukur lagi tak berkeluh kesah
Dari genggaman ini masih ku nikmati merdu suaramu

Suaramu mengalirkan energi semesta ke dalam darahku
Terdengar lembut lalu merasuk hingga menggetarkan kalbu
Diammu adalah resah yang merintih di dadaku
karena ku ingin selalu mendengarkan suaramu itu

Kini ku coba berlari menerobos hujan beku
Aku pun tak peduli dengan dingin yang menembus tulang ini
Tajamnya dingin ini tak menusuk sedalam rinduku terhadapmu
Semangat pun membara tuk membanting tulang ini

Suatu ketika merpati datang mengabariku
Kicauannya meyakinkanku bahwa batinmu pun menyadarinya
Takdir-Nya lah yang mempertemukanku dan dirimu dahulu
Dan pertemuan itu pasti ada maksud-Nya

Lima ratus sepuluh kilometer itu kan ku jejaki lagi
Apakah di sana kau kan menanti? ... 


I Really Miss You. (E.R.)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »